Monday, March 24, 2014

Adat Syukuran di Adonara Tengah, NTT

Jumat, 2 des 2011 Pukul 19.00 Wita

Dalam acara syukuran salah satu keluarga yang anaknya,Maria Fatimah baru lulus S1 keperawatan dan setahun ambil NARS.
Selama 25 thn perkawinan Bapak Doni dan Mama Lepang, ada nilai2 yg bisa diambil:
1. Terbuka
2. Taat
3. Tanggap
4. Kerjasama

"Bapak mama saudara saudari" begitulah pastur menyapa para undangan :)
Oya, disini Q dminta ngisi amplop dgn uang 10rb, tp pak Joni ngisi 50rb dikarenakan keluarga dekat.

Acara ini dimulai perayaan Eka risti dengan:
1. Pembacaan sabda Tuhan
2. Pidato/orasi pastur
3. Berdoa
4. Seserahan/ Kurban kepada Tuhan
5. Pemberian Hosti (semacam air ke smua undangan)
6. Doa penyerahan kepada Bunda Maria
Putranya Bunda Maria itu Yesus Kristus
Pengorbanan Yudilaris

Inilah indahnya perbedaan, hingga ingin membuat status: "dan kini q menjadi minoritas, hmmm... Sungguh luar biasa indahnya saling toleransi"

Acara selanjutnya adalah ramah tamah/ makan-makan.
Inilah yang membuatQ bingung, kalopun ayam dan kambing itu halal, kalopun dipotong dgn tidak mengucap bismillah, jadi ga halal... Lantas bagaimana dong???

Tadi datang ke syukuran pukul 18.00 wita dan Sampai sekarang, pukul 21.00 wita masih belum makan2 ini??? Hikshiks.. #perutsudahkeroncongan
Masih ada acara sambutan-sambutan euy... :(
Sambutan barusan dari bapak pemandian, Pak Thomas (paman dari Fatimah)
Barusan pamannya sempet mengucap " syukur alham... Alhmdulillah" :D

Barusan dpt cerita dari obrolan dengan pak joni, bahwa pastur, uskup maupun suster itu tidak menikah.. #wow
Menikah itu "larangan", dan apabila pastur menikah yang artinya melanggar, itu bakal tidak punya anak dan sudah terbukti.

Dan sampai sekarang, pkul 13.30 wita orang2 pun masih main kartu dari semalam.
Q pun terheran, begitu kuatnya mereka ya, padahal q sudah tidur dari jam 7 pagi sampai jam 11 siang :D

@Adonara, NTT

3 Desember 2011 23.15 Wita

Dia...

Dia...

Dia sungguh lincah...
Dia memiliki sosialitas yang tinggi
Dia telah membuatQ terpana saat melihatnya
Dia benar2 tlah mencuri hatiku

Saat q berkenalan dgn Dia
Salut, bangga, dan senang bersamanya
Walaupun komunikasi jalan terus,
Namun intens ketemu juga jarang
LDR pun jalan yg kami lalui

Awalnya, q cinta+sayang ma dia
Tapi..

Berganti hari lalu minggu terus bulan
MembuatQ makin jatuh cinta kepada Dia
Sampai hari ini, awal bulan ke 7
Rasa sayangQ dan cintaQ tetep kekal melekat abadi untuk Dia

Bulan berganti bulan,,,
Suka, duka, kecewa, sedih, susah, senang...
Tlah aku dan Dia mengarunginya
Tak ada kata mundur ataupun ingin meninggalkan Dia
Dia.. Dia.. Dia... Dia telah menghipnotis sebagian hidupQ...


Semoga rasa sayang + cinta ini
Terus tumbuh bak pohon cemara yang kian meninggi
Menjulang sampai ke langit biru

Make a wish: semoga ridho dan berkah allah selalu senantiasa ada dalam hubungan ini, amiin....

#Menjelang Acara Lamaran
@Tuban

21 Agustus 2011

Belajar Mengerti dan Memahami Waktu

Belajar mengerti dan memahami waktu

Sejak SD qt sdh dberi pelajaran mengenai waktu, bahwasannya 1 hari itu 24 jam, 1 jam itu 60menit, 1 menit itu 60 detik, dan 1 detik adalah satuan terkecil waktu dalam  kehidupan sehari-hari...

Dalam sehari, sdah berapa menit ataupun berapa jam waktu kita yg bnar2 bermanfaat???
Bermanfaat bagi kita maupun org lain??
Sdh brpa menit yg hilang bgitu saja utk hal2 yg sia2??
Berapa menit kita mengadu dan menghadap Yang Maha Kuasa??

Sungguh luar biasa,, bila kita diberi kelebihan 'tuk berpikir, namun tak digunakannya...
Setiap detik yg terjadi, sungguh amat sangat banyak yg terjadi dalam kehidupan ini,,
Setiap Menit yang terjadi, sungguh betapa banyaknya orang2 yg berdzikir karenaMu,,
Sungguh luar biasa,..
Sedetikpun Ia tidak menghindar dr Mbil itu, nyawalah taruhannya...
Sedetikpun ia salah mengambil kputusan, seorang pasien akan merenggut nyawa..
Sedetik pun ia tak mengendarai hati2, penumpang lah yg akan menjadi korbannya...
Semenitpun ia terlambat, hilang sudah berapa ratus ribu yang harus dbayar utk bsa terbang ke kota lain...

Allahu akbar..3x...

Sebuah peringatan yg kecil, namun sangat bermakna,,,
Jangan sia-siakan waktu yg ada...
Gunakan utk hal2 yg bermanfaat...
Dan ucapkan syukur atas segala nikmat waktu yg sampai saat ini anda terima dan rasakan... Niscaya allah akan memberikan berlimpah nikmat bila kita termasuk org2 yang bersyukur.. Amiin...

#lupa
Sepertinya ini ditulis ketika sang penulis terlambat akan penerbangannya sehingga membeli tiket lagi dengan harga yang lebih mahal daripada yang dibeli sebelumnya.

@Bandara Pangkalanbun

30 Maret 2011 14.00 WIB

Berburu Durian Jatuh

Hari itu, hari jum'at, 24 Mei 2011...
KerjaanQ utk komisioning tertunda karena pihak NSN blm datang. Bingung mau kemana, ternyata hendrik mengajakQ tuk mencari (baca: berburu) durian...

Yaa.. Durian..
Durian ini menjadi menarik tatkala kami harus berjalan menyusuri bukit, lembah, dan semak...
Akhirnya kami pun "iya ayoo.. Sapa takut..."
Kami disini ialah temen metrasat, Pak sirhadi, saya, dan Hendrik, bocah kecil skitar umur 6-7 tahun.
Dia lah yg menjadi guide dalam petualangan bolang kali ini...
Berbekal air minum setengah botol 600ml,,, kami bertiga antusias menyusuri semak2,, jalan yg ckup hnya 1 org saja... Awalnya sih semangat2...
Tiba mendaki bukit, jalanan pun semakin naik... Hahahaahahhaa.. Napas kami pun teruji,,,(baca: ngos-ngosan)...

Luar biasa memang,, untuk kami, saya dan pak sir yg notabene tidak pernah melakukan perjalanan sperti itu, huufff...
Capek,, tp msih blm separuh jalan itu,,, malu jg dengan anak kecil, hendrik apabila ingin membatalkan perjalanan...
"Ayooo.. Semangat.. Lanjuuuttt.. ",ucapku memberi semangat diri sndiri dan jg pak sir...
Jalan kami terhenti sejenak, saat bunyi sms dterima,,,
"Wow,, ada sinyal,,,", tambahku...

Tak hanya sinyal indosat, namun tlkomsel pun q terima penuh. Bayangkan,, betapa bahagianya diriku, stelah berhari-hari (bca:2 hari,hehee,,) tanpa sinyal tsel, pesan bbm pun saling sahut menyahut bergantian bunyi...
Sungguh senang sekali hati ini,, :) lebay.com

"Sebentar lagi nyampai pak, ", ucap hendrik...
Asyiiikkk... Penasaran sperti apa ya kebun durian itu... Pohonnya aja belum tau,hehe
Sekedar informasi aja, durian disini tumbuh sudah bertahun-tahun, mungkin sudah puluhan tahun. Dtanam oleh nenek moyang, kemudian buahnya jatuh, dan tumbuh lagi. Begitulah singkatnya...
Dan skrang kebun durian ini milik bersama,,,

Wow.. Amazing.... Pohon-pohon yg sangat lebat, pohon dengan keliling batangnya lebih dari 3 meter,, diameter 1-2 meter mengelilingi setiap pandangan mataQ...
Luar biasa,,,

Disana ternyata tidak hanya kami bertiga, namun sdh banyak kawan, bahkan sdh ada yg menginap dari sejak semalam.
Lucu dan unik, yg mereka lakukan adalah,,, menunggu dan munggu durian jatuh...
Tatkala angin di atas pohon bergemuruh, semua mata tertuju pada pohon yg besar, ke atas dan mulai mem-peka-kan daun telinga, berharap ada durian jatuh...
Begitu da bunyi,,, "kresek...kresek... Daaaakk.. "
Naluri telinga langsung dproses oleh otak, dan kemudian,,, lariiiii.....
Menuju dimana datangnya bunyi tersebut...
Berduyung-duyung anak2 paroh baya sebanyak 5-6 orang mengeroyok tempat yg disinyalir durian jatuh...

Durian jatuh bak seolah-olah mendapat berlian...
Itulah makna yg bisa q ambil dari perjalanan Q kali ini...
Lain sawah, lain pula belalang,,
Itulah pepatah yang pas buat menyisir kehidupan ini,,, adat maupun kebiasaan orang jawa berbeda dengan org dayak.
Dari segi usaha dan kerja keras sangatlah beda, dari sopan santun lebih2 sangat beda.
Bagi org dayak,cewek makan di atas meja dengan kaki terbuka, adalah hal yg biasa, namun bagi org jawa, sangatlah tidak sopan.

Begitu jg dengan aktifitas di Hutan sempalung, tempat kami mencari durian,,, mereka hanya berbekal mie rebus, air minum, mereka mau bermalam-malam, berhari-hari hanya utk mencari durian runtuh.
Durian yg mereka dapatkan ini nantinya akan dijual. Dgn bgitu mereka mendapatkan hasil yg maksimum, dgn usaha yg sangat kecil (baca:tanpa modal).
Karena 3 jam lebih menunggu tidak ada durian yg jatuh, terpaksa kami pun membeli durian dari mereka,, :D
Dgn pecahan uang 50rb selembar, kami mendapat 2 buah durian berukuran sedang,,, lumayan buat hasil dari perjalanan ini,, :)

@Mobil Travel perjalanan ke Pontianak
25 Juni 2011 10.00 WIB



Adonara??? Seram bingits kumendengarnya...

Adonara??? Seram kumendengarnya

"San , berangkat instalasi ke Kupang ya??" Tanyanya.
"Belum pernah ke NTT kan?? Oke, tunggu ya, q siapkan barang2nya, nnti dikabari tiketnya" imbuhnya.
Iya, belum jg menjawab pertanyaannya, sudah dilanjut dgn keputusan yg sebenarnya membuatQ bahagia, soalnya inilah yg Q tunggu2 setelah skian lama. Karena selama ini, semua pulau di indonesia sudah q singgahi, yg belum adalah daerah NTT dan NTB... Dan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين,, tercapai sudah...

25 Nov 2011 pukul 03.00 WIB
q berangkat ke bandara CGK, inipun kali pertamanya setelah terakhir dari bandara ini pada lebaran idul fitri, bulan sept :)
Tepat pkul 06.00 Wib, batavia mengantarQ ke bandara El tari , Kupang. Perjalanan dtempuh 2 jam 50 menit. Selama di perjalanan q terus teringat istriQ yang pernah q janjikan utk naik pesawat bareng,, :D
"Seandainya disampingQ adalah istriQ, dan berangkat ke Lombok, dsktrnya, alangkah bahagianya diri ini #arrgghh.. Indah pada waktunya nnti :)

Pukul 10.10 WITA tiba di Kupang, langsung kontak teman kuliah, Hasan ( baca: Hzent *soalnya nama sama :D ) dan 20 menit berlalu, ia pun sudah tiba menjemputq.
Dari bandara menuju ke Grapari, tmpt ia bekerja, disana seharian di kantor, ngenet dan lihat tv.
Semalam tinggal di Kupang di kos Hzent, besok paginya, minggu jam 9 pagi mengantar Hzent tanding futsal. Di main, q menyempatkan diri untuk transfer uang ke istriQ guna persiapan pernikahan kami.

Pukul 12.00 kami menyantap ikan bakar, dan setelah itu berkemas-kemas dan pukul 14.00 tiba di bandara Eltari utk persiapan ke Larantuka.
Dengan pesawat Cessna milik Susi Air, q menempuh perjalanan selama 35 menit dari Kupang ke Larantuka. Setiba disana, langsung q menuju tempat penyeberangan, dengan naik ojek 25rb.
Menyeberang dengan perahu klothok selama 15 menit, dan akhirnya tiba di tanah merah.

Perjalanan yang sungguh luar biasa, jalan sudah tidak beraspal, jelek, becek, hmmm.. Sungguh - sungguh inilah tempat terpelosok, atau paling pedalaman yang pernah q kunjungi.
Dari pelabuhan tanah merah, perjalanan menuju Ds. Kenotan kec. Adonara Tengah dibutuhkan waktu 1 jam. Pkul 18.00 tiba juga di Rumah Pak Joni Mawar, pemilik Lahan tempat tower BTS Telkomsel berdiri.

Ke NTT kalau belum menginjakkan kaki di Adonara, artinya sama saja belum ke NTT, karena NTT ini identik dengan adonara dan juga masyarakatnya masih asli, tidak seperti daerah-daerah lain yang sudah banyak dengan pendatang baru.
Banyak cerita yang q dapatkan dari pembicaraaan dengan pak joni, maupun orang-orang sekitar. Lain ladang, lain pula ikannya.

#ternyata belum rampung
@Adonara, NTT

2 Des 2011 19.30 WIT

Kaya tetapi miskin, kok bisa???

Kaya tapi miskin, mengapa bisa terjadi???

Perjalanan dari Tuban dimulai dgn pertemuan di Hotel Purnama skitar pukul 17.00. Dtemani IbuQ tersayang, akhirnya q bertemu mas Agus Suryanto (Asur) dan temannya. 10 menit berlalu, langsung cabs perjalanan ke Barat.
Kami bertiga, Q, mas asur, dan 1 lagi teman mas asur, Mas zaky.
Banyak cerita, banyak guyon, dan juga banyak pengalaman yang Q dpatkan dari obrolan mereka. Mereka berdua adalah senior alumni smunsa tuban angkatan 86. Saat dmana q lahir, mereka baru lulus SMA.
Jam 8 perjalanan berhenti di Pati, istirahat dan menikmati Nasi Gandul. Ternyata eh ternyata nasi itu ya nasi biasa dgn lauk pauk, daging/jeroan/paru kambing. #penasaranhilang :)

Pukul 10 tiba di semarang, berlanjut Q yang melanjutkan estafet menyetir mobil Innova baru... Baru tukeran mobil mksudnya,,hehe
Di perjalanan, q pun sendiri mengendarainya, yang lain tertidur pulas. Namun bgitu, alhmdulillah, q dtemani istriQ tersayang... Stelah istriQ tidur, pkul 01.30 q pun berhenti di suatu SPBU guna minta ganti yg nyetir, :D
Setelah dganti mas asur yg nyetir mobil, q pun pulas tidur hingga pkul 05.30 :). Saat itu perjalanan kami sampai di Pamanukan, Subang.

Awalnya q meminta mas asur tuk menurunkan q di Cikarang saja, trus q berlanjut dgn bis ke Bogor. TawaranQ itu dtolak mentah2 dan diminta tuk mampir ke rumah mas asur dulu. Q pun mengiyakan tawaran beliau.
Setiba di rumahnya pkul 08.00, q dikagetkan dan tercengang dgn deretan baris Piala2 yang sangat amat banyak,, :). Mungkin jumlahnya ratusan. Dan itulah prestasi dari anak pertamanya di bidang fashion, nyanyi dan modelling.
KetertarikanQ utk mengenal jauh kehidupan/ kesukesan mas asur berlanjut.
"Mas, mana nih kandangnya??" Tanyaku.
" ayo tak ajak ke kandangQ, ojo kaget loh ya... " Jawabnya Sambil nyengir. :D
Gayung pun bersambut, seketika itu setelah makan gado2, bergegas mengendarai mtor Revo, langsung menuju Kandang 'pithik'nya...
Setibanya disana, "wow"... Buanyak sekali ayam peliharaanya. Dan ayam - ayam itu adalah ayam petarung/ ayang bangkok.
Ngeri dan kasihan melihatnya.. Dirawat, dijaga, dan dipelihara eh ternyata bakal untuk diadu/ditarung.
Siang, sbelum meninggalkan kandang, mas asur kedtaangan tamu sekitar 4 orang yang ingin mengajak tarung ayamnya. Aksi adu ayam pun tak luput lagi. Dimulai pkul 11.30 hingga pukul 12.50 pertandingan tarung ayam pun terlaksana. Dengan rentan waktu itu, 7 ronde dengan tiap ronde durasi 15 menit, dan ronde ke 8 durasi 10 menit tak diperoleh sapa yang menang, sapa yang kalah, Hasilnya seri.
Ayam dalam kondisi lelah, berdarah sana sni, dianggap sama2 kuat... #luarbiasa

Selesai acara di kandang, mobil menuju Pasar jatinegara, guna memberikan ayam pesanan seseorang utk dibeli. Transaksi selesai dilakukan sekitar 15 menit, kala itu jam tanganQ menunjukkan pukul 14.30.
Di tengah pasar, terlihat sekumpulan orang dengan teriak-teriak yang khas sedang memberi semangat kepada ayam jagoannya. Dengan taruhan antara 200rb, 250rb, sampai 1 jt.
"Apit 4 tahan"
"Saletem 3 beri"
"Sale putih 4 tahan"
Artinya pun sampai sekarang kurang tahu.. :)
Itulah secuplik kisah dimana harta boleh kaya, namun bagiku tetap saja miskin... Karena harta haram di hadapanNya...

#edit
Endingnya sekarang ayam-ayam beliau sudah kukut alias sudah tidak bekecimpung dengan dunia per’ayam’an lagi... alhamdulillah

@Kereta Commuter line menuju Bogor

Bogor, 21 November 2011 20:00 wib

Perjalanan panjang 'tuk mencapai titik "28"

Perjalanan panjang 'tuk mencapai titik "28"

Sebuah perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh anak yang dulunya sakit-sakitan, terlahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil usia 1 tahun sudah terkena "mengi" (mirip dengan sesak napas tapi saat bernapas bunyinya ngik...ngik...). setelah sehat kemudian berlanjut dengan korengen (baca: jamuran).
Saat itu, sang ibu tak banyak harapan masa depan terhadap anak tersebut, mengingat perjuangan hidup di masa kecilnya.

Memasuki Sekolah Dasar, anak tersebut sudah tak lagi sakit-sakitan dan merepotkan orang tuanya. Namun prestasi yang membanggakan lah yang ingin diberikan kepada orang tuanya khususnya Ibunya. Hingga Ibunya bangga memiliki dan melahirkannya ke dunia ini.
Prestasi tersebut tidaklah tinggi, hanya sebatas masuk dalam rangking setiap tingkatan kelasnya dan sering mengikuti lomba-lomba yang mewakili sekolahnya.
Pikiran seorang ibu kala itu yang juga sebagai Guru membuatnya berpikir bahwa pendidikan anaknya sendiri haruslah lebih baik daripada anak didiknya... juga attitude dan sopan santun sangat di"cam"kan betul dalam kehidupan kami sehari-hari.

Menginjak usia 13 tahun, ia diberi pilihan antara SMP yang jauh (jarak dari rumah 4km) atau SMP yang dekat (jarak 1km). Kalau yang jauh pertimbangannya,berangkat sekolah wajib naik angkot, tetapi bila pilih yang dekat, bisa menggunakan sepeda onthel.
Akhirnya ia memilih SMP yang dekat, SMP 3 Tuban. Ia berpikir lebih dari orang tuanya, ia memilih itu karena nantinya setelah SMP ia berkeinginan akan masuk ke SMA yang lebih jauh. Jadi, saat itu dekat dulu baru jauh.
Di SMP pun tak ubahnya seperti di SD. Ia kembali berprestasi dan membuat bangga orang tuanya.
Selama 3 tahun ia bersekolah yang dekat dengan jaraknya, dan tercapai juga cita - citanya untuk bersekolah lanjutan atas yang menjadi favorit di kota Tuban.

Ia melanjutkan ke SMA 1 Tuban, yang berjarak 5km dari rumahnya. Usianya sudah 18 tahun dan sebentar lagi akan meninggalkan rumah dan kota tercintanya, Tuban yakni kuliah.
Jauh sebelum hari UAN berlangsung, ia sudah diterima di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Untuk itu, ada salah seorang dari Gurunya yang membuat tantangan agar ia dapat mengukir prestasi dalam UAN yang lebih baik. Alhasil alhamdulillah ia pun menorehkan hasil yang luar biasa dan lagi-lagi membuat bangga kedua orang tuanya.
Semasa kuliah, banyak hal yang ia pelajari tentang kehidupan ini. Hampir 5 tahun ia bercengkerama dengan ilmu-ilmu yang akan membekalinya di kehidupan kelak dan semakin membuatnya matang dalam berpikir.

Usianya kini 28, bukanlah usia yang dibilang masih muda, juga bukanlah sudah tua.
Perjuangan yang lelah tiada henti demi mengukir sejarah, demi kehidupan yang lebih baik, dan demi mencari Ridho Ilahi.

Sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa, alhamdulillah sedikitnya semuanya kebutuhan telah terpenuhi. walaupun masih ada yang perlu dan sangat ingin "kesana",... yaks betul... memenuhi undanganNya...
insya allah, di titik ini pula akan terwujud.


@Kosan Reza, Bogor
24 Maret 2014 23.51 WIB

Dan Sang "Pahlawan" sinyal pun kembali...

Dan pahlawan sinyal pun kembali

Kini, seorang ibu dapat menelepon anaknya yg ada di pekanbaru, counter2 pulsa pun makin semangat dalam berjualan, anak2 remaja mulai senang dapat bermain fb lagi, para pemain togel begitu gembira saat dapat berkomunikasi dgn kota2 lain untuk tukar nomor2 yang akan keluar sore itu,
Dan begitulah, banyak cerita yg terjadi saat sinyal "paling indonesia" ini kembali aktif lagi...

Seminggu yg lalu, tower lawan atau tower relay patah alias hampir roboh tersapu angin yg cukup kencang, sehingga komunikasi sinyal pun terputus.
Sebab itulah, komunikasi di tower yg sekarang dibackup dengan vsat dengan link langsung ke Lubuk linggau.

Sungguh, kebutuhan sinyal ini telah mengalahkan keberadaan listrik, bahkan seorang warga berucap, " mending mati lampu seharian daripada ga ada sinyal seminggu" hehehe

Bahkan, ditiap kali berpapasan dengan warga sekitar, selalu dan hampir tidak, menanyakan kapan aktif lagi sinyal, hehehe

Tugas yg q emban, seolah tak ada jasanya.. Hanyalah kebanggan tersendiri bila dapat melihat orang lain pun bahagia, tersenyum saat menelepon atau bahkan tertawa sendiri saat ber"sms"an...

Setelah seminggu bertugas di Desa Pulau Beringin, Kec. Pulau Beringin, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, kini ia kembali menjadi seorang ayah yg dinantikan oleh istri dan anaknya...

Terima kasih pahlawan "sinyal" tanpa tanda jasa...


@Mobil angkutan desa dari Pulau Beringin menuju Palembang
Minggu, 27 Januari 2013 pukul 08.00 WIB