Kaya tapi miskin, mengapa bisa terjadi???
Perjalanan dari
Tuban dimulai dgn pertemuan di Hotel Purnama skitar pukul 17.00. Dtemani IbuQ
tersayang, akhirnya q bertemu mas Agus Suryanto (Asur) dan temannya. 10 menit
berlalu, langsung cabs perjalanan ke Barat.
Kami bertiga, Q,
mas asur, dan 1 lagi teman mas asur, Mas zaky.
Banyak cerita,
banyak guyon, dan juga banyak pengalaman yang Q dpatkan dari obrolan mereka.
Mereka berdua adalah senior alumni smunsa tuban angkatan 86. Saat dmana q
lahir, mereka baru lulus SMA.
Jam 8 perjalanan
berhenti di Pati, istirahat dan menikmati Nasi Gandul. Ternyata eh ternyata
nasi itu ya nasi biasa dgn lauk pauk, daging/jeroan/paru kambing.
#penasaranhilang :)
Pukul 10 tiba di
semarang, berlanjut Q yang melanjutkan estafet menyetir mobil Innova baru...
Baru tukeran mobil mksudnya,,hehe
Di perjalanan, q
pun sendiri mengendarainya, yang lain tertidur pulas. Namun bgitu,
alhmdulillah, q dtemani istriQ tersayang... Stelah istriQ tidur, pkul 01.30 q
pun berhenti di suatu SPBU guna minta ganti yg nyetir, :D
Setelah dganti mas
asur yg nyetir mobil, q pun pulas tidur hingga pkul 05.30 :). Saat itu
perjalanan kami sampai di Pamanukan, Subang.
Awalnya q meminta
mas asur tuk menurunkan q di Cikarang saja, trus q berlanjut dgn bis ke Bogor.
TawaranQ itu dtolak mentah2 dan diminta tuk mampir ke rumah mas asur dulu. Q
pun mengiyakan tawaran beliau.
Setiba di rumahnya
pkul 08.00, q dikagetkan dan tercengang dgn deretan baris Piala2 yang sangat
amat banyak,, :). Mungkin jumlahnya ratusan. Dan itulah prestasi dari anak
pertamanya di bidang fashion, nyanyi dan modelling.
KetertarikanQ utk
mengenal jauh kehidupan/ kesukesan mas asur berlanjut.
"Mas, mana
nih kandangnya??" Tanyaku.
" ayo tak
ajak ke kandangQ, ojo kaget loh ya... " Jawabnya Sambil nyengir. :D
Gayung pun
bersambut, seketika itu setelah makan gado2, bergegas mengendarai mtor Revo,
langsung menuju Kandang 'pithik'nya...
Setibanya disana,
"wow"... Buanyak sekali ayam peliharaanya. Dan ayam - ayam itu adalah
ayam petarung/ ayang bangkok.
Ngeri dan kasihan
melihatnya.. Dirawat, dijaga, dan dipelihara eh ternyata bakal untuk
diadu/ditarung.
Siang, sbelum
meninggalkan kandang, mas asur kedtaangan tamu sekitar 4 orang yang ingin mengajak
tarung ayamnya. Aksi adu ayam pun tak luput lagi. Dimulai pkul 11.30 hingga
pukul 12.50 pertandingan tarung ayam pun terlaksana. Dengan rentan waktu itu, 7
ronde dengan tiap ronde durasi 15 menit, dan ronde ke 8 durasi 10 menit tak
diperoleh sapa yang menang, sapa yang kalah, Hasilnya seri.
Ayam dalam kondisi
lelah, berdarah sana sni, dianggap sama2 kuat... #luarbiasa
Selesai acara di
kandang, mobil menuju Pasar jatinegara, guna
memberikan ayam pesanan seseorang utk dibeli. Transaksi selesai dilakukan
sekitar 15 menit, kala itu jam tanganQ menunjukkan pukul 14.30.
Di tengah pasar,
terlihat sekumpulan orang dengan teriak-teriak yang khas sedang memberi
semangat kepada ayam jagoannya. Dengan taruhan antara 200rb, 250rb, sampai 1
jt.
"Apit 4
tahan"
"Saletem 3
beri"
"Sale putih 4
tahan"
Artinya pun sampai
sekarang kurang tahu.. :)
Itulah secuplik
kisah dimana harta boleh kaya, namun bagiku tetap saja miskin... Karena harta
haram di hadapanNya...
#edit
Endingnya
sekarang ayam-ayam beliau sudah kukut alias sudah tidak bekecimpung dengan
dunia per’ayam’an lagi... alhamdulillah
@Kereta Commuter
line menuju Bogor
Bogor, 21 November
2011 20:00 wib

No comments:
Post a Comment