Monday, March 24, 2014

Perjalanan panjang 'tuk mencapai titik "28"

Perjalanan panjang 'tuk mencapai titik "28"

Sebuah perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh anak yang dulunya sakit-sakitan, terlahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil usia 1 tahun sudah terkena "mengi" (mirip dengan sesak napas tapi saat bernapas bunyinya ngik...ngik...). setelah sehat kemudian berlanjut dengan korengen (baca: jamuran).
Saat itu, sang ibu tak banyak harapan masa depan terhadap anak tersebut, mengingat perjuangan hidup di masa kecilnya.

Memasuki Sekolah Dasar, anak tersebut sudah tak lagi sakit-sakitan dan merepotkan orang tuanya. Namun prestasi yang membanggakan lah yang ingin diberikan kepada orang tuanya khususnya Ibunya. Hingga Ibunya bangga memiliki dan melahirkannya ke dunia ini.
Prestasi tersebut tidaklah tinggi, hanya sebatas masuk dalam rangking setiap tingkatan kelasnya dan sering mengikuti lomba-lomba yang mewakili sekolahnya.
Pikiran seorang ibu kala itu yang juga sebagai Guru membuatnya berpikir bahwa pendidikan anaknya sendiri haruslah lebih baik daripada anak didiknya... juga attitude dan sopan santun sangat di"cam"kan betul dalam kehidupan kami sehari-hari.

Menginjak usia 13 tahun, ia diberi pilihan antara SMP yang jauh (jarak dari rumah 4km) atau SMP yang dekat (jarak 1km). Kalau yang jauh pertimbangannya,berangkat sekolah wajib naik angkot, tetapi bila pilih yang dekat, bisa menggunakan sepeda onthel.
Akhirnya ia memilih SMP yang dekat, SMP 3 Tuban. Ia berpikir lebih dari orang tuanya, ia memilih itu karena nantinya setelah SMP ia berkeinginan akan masuk ke SMA yang lebih jauh. Jadi, saat itu dekat dulu baru jauh.
Di SMP pun tak ubahnya seperti di SD. Ia kembali berprestasi dan membuat bangga orang tuanya.
Selama 3 tahun ia bersekolah yang dekat dengan jaraknya, dan tercapai juga cita - citanya untuk bersekolah lanjutan atas yang menjadi favorit di kota Tuban.

Ia melanjutkan ke SMA 1 Tuban, yang berjarak 5km dari rumahnya. Usianya sudah 18 tahun dan sebentar lagi akan meninggalkan rumah dan kota tercintanya, Tuban yakni kuliah.
Jauh sebelum hari UAN berlangsung, ia sudah diterima di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Untuk itu, ada salah seorang dari Gurunya yang membuat tantangan agar ia dapat mengukir prestasi dalam UAN yang lebih baik. Alhasil alhamdulillah ia pun menorehkan hasil yang luar biasa dan lagi-lagi membuat bangga kedua orang tuanya.
Semasa kuliah, banyak hal yang ia pelajari tentang kehidupan ini. Hampir 5 tahun ia bercengkerama dengan ilmu-ilmu yang akan membekalinya di kehidupan kelak dan semakin membuatnya matang dalam berpikir.

Usianya kini 28, bukanlah usia yang dibilang masih muda, juga bukanlah sudah tua.
Perjuangan yang lelah tiada henti demi mengukir sejarah, demi kehidupan yang lebih baik, dan demi mencari Ridho Ilahi.

Sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa, alhamdulillah sedikitnya semuanya kebutuhan telah terpenuhi. walaupun masih ada yang perlu dan sangat ingin "kesana",... yaks betul... memenuhi undanganNya...
insya allah, di titik ini pula akan terwujud.


@Kosan Reza, Bogor
24 Maret 2014 23.51 WIB

No comments: